Kab. Tulang Bawang Barat

1. Ibukota : PANARAGAN
Dibentuk berdasarkan UU No. 49 Tahun 2008, Tanggal 28 Nopember 2008.


2. Geografi:

a. Letak Geografis : 104°55’ – 105°10’BT dan 04°10’- 04°42’ LS
b. Luas Wilayah : 1.201 Km².
c. Batas Wilayah :
- Sebelah Utara : Kabupaten Kab. OKI Prov. Sumatera Selatan, dan Kabupaten Mesuji;
- Sebelah Selatan : Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Utara;
- Sebelah Timur : Kabupaten Tulang Bawang;
- Sebelah Barat : Kabupaten Way Kanan.

3. Topografi & Geologi:
Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 39 Mdpl. Di bagian Utara mengalir sungai besar yaitu Sungai Muara dua yang merupakan bagian hulu dari Way Mesuji. Secara morfologi merupakan daerah dataran sampai dengan dataran bergelombang, Areal ini umumnya dimanfaatkan untuk areal pertanian, Perkebunan, dan Pemukiman.
Keadaan geologi penyusun batuan tersusun atas Formasi muara enim yang terdiri dari perselingan batu lempung pasiran dan batu lanau tufaan dengan sisipan batu pasir tufaan dan batu lempung hitam. Selain itu terdapat pula formasi pasir kwarsa yang membentang disepanjang sisi timur dengan bentukan pasir kasar kerikil sampai sedang dan penyusun dominan mineral kwarsa. Adapun jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah Alluvial, Regosol, Pedzolik Coklat, Latosol dan Pedzolik Merah kuning.


4. Klimatologi :
Secara umum iklim di daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat relatif sama dengan iklim di Kabupaten lain di Propinsi lampung, bertemperatur rata-rata 25ºC -31ºC. Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki curah hujan yang cukup tinggi antara 57-299 mm/bulan dengan kelembapan rata-rata antara 85,2%.

5. Demografi:

Jumlah Penduduk : 264.887 jiwa
a. Laki-laki : 128.174 jiwa;
b. Perempuan : 136.713 jiwa;
Kepadatan Penduduk : 232 jiwa/Km².
56

6. Administrasi Pemerintahan:

Kecamatan : 8, Desa : 77, Kelurahan : 2.

7. Potensi Pariwisata:

Potensi obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Tulang Bawang Barat berjumlah 4 obyek baik objek wisata alam, wisata budaya maupun wisata sejarah yang terdiri dari : Bawang Lambu (Lambu Kibang), Makam Minak Mangku Bumi (Pagar Dewa), Makam Minak Indah (Panaragan), Benteng Sabuk (Gunung Katun). Potesi Lain yang dapat digali yaitu wisata alam dan wisata agroindustri.

8. Potensi Dan Peluang Investasi:


a. Sektor Pertanian Dan Perkebunan:
Luas tanam, Luas panen dan produksi padi sawah tergambar sebagai berikut : 17,014 Ha. 16,781 Ha dan 107,930 ton, padi ladang : 2,040 Ha. 1,954 Ha. dan 6,440 ton. Sementara Luas tanam, Luas panen dan produksi untuk palawija : Jagung 4,245 Ha. 4,140 Ha. dan 24,166 ton. Kacang Tanah 434 Ha. 426 Ha. dan 750 ton. Ubi Kayu 53,805 Ha. 37,576 Ha. dan 1,315,562

ton, Ubi Jalar 169 Ha. 159 Ha. dan 2,257 ton, Kedelai 65 Ha. 65 Ha. dan 70.86 ton, Kacang Hijau 140 Ha. 130 Ha. dan 146.73 ton.


b. Sektor Perkebunan:
Komoditi Perkebunan untuk Karet : Luas areal 20.872,24 Ha, Produksi 7.915,88 ton. Kelapa Sawit : Luas areal 4.598,85 Ha, Produksi 18.490,51 ton. Sementara luas lahan kritis yang masih dapat ditanami dengan kayu-kayuan seperti jati, mahoni, karet, dan lain-lain seluas 21.010 Ha.


c. Sektor Peternakan:
Komoditi peternakan besar diantaranya : Sapi 31.369 ekor, Kerbau 31 ekor, dan ternak kecil : Kambing 50.155 ekor, Domba 908 ekor, Babi 2.138 ekor.


d. Sektor Perikanan:
Terdiri dari budidaya air tawar (mina padi, Potensi Embung, Karamba maupun kolam-kolam buatan) produksi 21,85 ton - dan perikanan tangkap (Sungai, lebung, rawa-rawa) produksi 32,24 ton.

e. Sektor Pertambangan:

Penambangan Pasir, Minyakbumi, Gas dan andesit.


f. Sektor Perindustrian:
Pabrik Tapioka 9 buah, Perusahaan perkebunan pengolahan karet 2 buah, Perusahaan perkebunan pengolahan sawit 3 buah, Pabrik heuler 53 buah.


g. Perbankan:
Terdiri dari 1 Bank BPR Dan 1 Bank BMT.

Berita Utama
Presiden Minta JSS Dibangun Putra Indonesia
26.11.2013

Jakarta-Pemerintah menegaskan pembangunan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) terus berjalan. Proyek ini tidak akan di

selanjutnya...
Menteri PU Tak Ingin Nasib Jembatan Selat Sunda Digantung
17.11.2013

Jakarta--Nasib pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) masih belum jelas. Hingga saat ini, pemerintah belum bisa mema

selanjutnya...
Pemerintah Kabupaten/Kota
Pencarian
Krakatau