Krakatau

Cagar Alam Krakatau

CAGAR ALAM
KEPULAUAN KRAKATAU


A. LETAK DAN LUAS
Letak Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau
Cagar alam ini terletak di selat sunda antar ujung barat pulau jawa dan ujung selatan pulau Sumatra, yang merupakan perluasan cagar alam pulau krakatau yang luasnya semula 2405,1 Ha. Berdasarkan surat keputusan mentri kehutanan no; 85/Kpts-II/1990 tgl 26 februari 1990 luas cagar alam tersebut menjadi 13.735,1 Ha.



B. KEADAAN FISIK
Iklim di kawasan ini terdiri dari musim kemarau pada bulan april sampai agustus dan musim penghujan pada bulan September sampai maret. Waktu berkunjung di daerah ini adalah bulan maret sampai juni.



C. POTENSI WISATA

Kawasan ini mempunyai daya tarik bagi ilmuan karena kawasan ini dapat berfungsi sebagai laboratorium alami untuk mempelajari pengetahuan alam,geografi,vulkanologi, dan biologi. Selain itu terdapat objek-objek yang menarik diantaranya adalah;

 

  1. Pulau Sertung
    Di pulau ini dapat dilakukan kegiatan berenang , menyelam. dan berselancar. Selain itu kita dapat menikmati pemandangan langsung aktivitas vulkanologis anak krakatau dari arah barat.

  2. Pulau Krakatau besar
    Di pulau ini dapat dilakukan kegiatan menyelam dan panjat tebing.

  3. Pulau Krakatau kecil
    Di sebelah barat daya dan selatan daerah ini terdapat biota laut yang sangat menarik.

  4. Pulau Anak Krakatau
    Muncul nya pulau ini akibat adanya letusan pada tahun 1883. Pada umumnya pulau ini dijadikan tujuan utama untuk kegiatan wisata maupun penelitian



D. BIOTA LAUT

Biota laut yang berada di kepulauan Krakatau, diantaranya adalah ikan hias.Jenis ikan hias kurang lebih ada 54 species, diantaranya 7 jenis ikan kepe-kepe yang merupakan merupakan indikator atas keutuhan terumbu karang diperairan setempat. Sedangkan jenis yang dominan adalah famili Chaetodontidae.
Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa Pulau Krakatau Besar memiliki penyebaran jenis ikan hias yang tinggi dibandingkan di tiga pulau lainnya. Pulau Anak Krakatau sangat miskin ikan hias,hal ini disebabkan suhu perairan di pulau ini terlalu tinggi dan diluar batas toleransi hidup binatang karang.Keadaan ini dipengaruhi oleh aktivitas magma Gunung Anak Krakatau yang masih aktif.